beritagameku - Cole Palmer Dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Piala Dunia Antarklub 2025
Cole Palmer Dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Piala Dunia Antarklub 2025, Maresca: Dia Lahir untuk Laga Besar
Sportsterkini – Chelsea keluar sebagai juara Piala Dunia Antarklub 2025, dan sosok yang paling bersinar di balik kesuksesan itu adalah Cole Palmer. Gelandang 23 tahun ini tampil luar biasa sepanjang turnamen dan berhasil menyabet gelar Golden Ball sebagai Pemain Terbaik.

Cole Palmer Bawa Chelsea Terbang
Di laga final melawan PSG, Palmer langsung mencetak dua gol dan satu assist, memimpin Chelsea menang telak 3-0. Sebelumnya, ia juga mencetak satu gol krusial saat menyingkirkan Palmeiras di perempat final. Totalnya, Palmer mencatat tiga gol dan satu assist sepanjang turnamen.
Kontribusi Palmer terasa di setiap laga penting. Ia tak hanya menjadi playmaker, tapi juga pencetak gol di momen-momen genting. Chelsea benar-benar mengandalkan sentuhan magisnya dari lini tengah.
Chelsea Dominasi Penghargaan
Selain Palmer, Robert Sánchez tampil solid di bawah mistar dan meraih Golden Glove sebagai kiper terbaik. Performanya menjaga gawang Chelsea tetap aman di laga-laga sulit.
Sementara itu, Desire Doue dari PSG membawa pulang gelar Pemain Muda Terbaik, berkat performa impresif di usia 20 tahun meski timnya harus puas di posisi runner-up.
Top skor turnamen jatuh ke tangan Gonzalo García dari Real Madrid. Dengan empat gol dan satu assist, ia unggul tipis dari Di María, Guirassy, dan Marcos Leonardo.
Maresca Puji Mental Palmer
Pelatih Chelsea, Enzo Maresca, tak ragu memuji anak asuhnya. Ia melihat Palmer sebagai pemain yang siap bersinar di laga besar.
“Palmer tampil luar biasa. Di pertandingan penting seperti final, dia selalu hadir dan membuat perbedaan,” kata Maresca usai laga.
Maresca menjelaskan bahwa Chelsea memang menyiapkan strategi khusus untuk menekan PSG sejak menit awal dan mencegah mereka bermain nyaman.
Eksploitasi Sisi Lemah PSG
Chelsea benar-benar tampil dengan rencana yang matang sejak peluit awal dibunyikan. Maresca dan staf pelatih tampaknya sudah mempelajari kelemahan PSG dengan sangat detail. Salah satu celah yang mereka eksploitasi adalah sisi kiri pertahanan lawan — area yang dinilai paling rawan dan sering kali tidak mendapat perlindungan cukup dari lini tengah PSG.
“Kami melihat sisi kiri mereka cenderung lebih terbuka, apalagi saat transisi bertahan. Itu yang langsung kami manfaatkan sejak awal. Kami ingin menekan keras dan cepat sebelum mereka sempat membentuk struktur,” jelas Maresca.
Chelsea pun langsung menyerang dengan intensitas tinggi, memaksa PSG bertahan dalam tekanan. Palmer dan Reece James sering bertukar posisi di sisi kanan serangan Chelsea, menciptakan overload dan memaksa bek kiri PSG kewalahan. Beberapa peluang emas bahkan lahir dari skema ini, termasuk dua gol Palmer yang muncul dari penetrasi area kiri pertahanan lawan.
Bukan hanya secara taktik, secara fisik pun Chelsea menunjukkan ketangguhan luar biasa. Mereka menjaga intensitas tinggi meskipun suhu di Stadion MetLife, New Jersey, mencapai titik yang cukup menyulitkan bagi para pemain. Kombinasi antara pressing tinggi, pergerakan cepat, dan rotasi yang rapi membuat PSG terlihat pasif dan sulit keluar dari tekanan.
Maresca menyebut bahwa bagian terpenting dari rencana permainan ini adalah memulai dengan tempo tinggi dan menjaga momentum.
“Kalau kami memberi mereka ruang untuk berpikir dan membangun, mereka bisa sangat berbahaya. Jadi kami pilih jalur sebaliknya: tekan, curi bola cepat, dan hancurkan ritme mereka,” ujarnya.
Strategi ini terbukti efektif. Chelsea tidak hanya mendominasi secara skor, tapi juga secara mental. PSG kesulitan mendapatkan ruang untuk bermain nyaman, dan sejak awal mereka seperti terus dikejar oleh tekanan dari lini depan The Blues.
Chelsea Banggakan Gelar Dunia
Maresca menilai gelar juara dunia ini bukan sekadar trofi, tapi juga simbol kekuatan global Chelsea.
“Kompetisi ini mempertemukan juara dari seluruh dunia. Saya rasa levelnya sudah setara, atau bahkan lebih tinggi dari Liga Champions,” tegas Maresca.
Ia merasa bangga karena Chelsea kini berhak memakai patch juara dunia di jersey resmi mereka — simbol eksklusif yang tak bisa dibeli.
Palmer Buktikan Diri, Chelsea Naik Level
Cole Palmer menunjukkan bahwa dirinya bukan hanya talenta muda, tapi juga pemimpin dalam tim. Performa konsisten di panggung besar membuktikan bahwa Chelsea tak salah menjadikannya pusat permainan.
Chelsea sendiri tampil solid sepanjang turnamen. Mereka memadukan organisasi taktik yang rapi, tekanan tinggi, dan eksekusi yang tajam. Hasilnya? Gelar juara dunia dan dominasi penuh atas PSG.
Kini Chelsea membawa pulang trofi, Palmer membawa pulang pengakuan dunia, dan Maresca membawa timnya ke level baru.