Nuno Espirito Santo Diprediksi Tak Akan Lama Latih West Ham
Nuno Espirito Santo Diprediksi Tak Akan Lama Latih West Ham
Sportsterkini – Kedatangan Nuno Espirito Santo ke kursi manajer West Ham United awalnya menghadirkan optimisme besar di London Stadium. Setelah Graham Potter resmi dipecat akibat performa buruk tim pada awal musim, manajemen The Irons bergerak cepat menunjuk Nuno sebagai pengganti. Sosok pelatih asal Portugal ini dianggap mampu mengangkat kepercayaan diri tim mengingat kiprahnya yang cukup sukses bersama Nottingham Forest pada musim sebelumnya.
Namun, di balik harapan itu, muncul pula keraguan. Mick Brown, seorang pengamat sepak bola terkemuka, justru melontarkan prediksi bahwa Nuno tidak akan bertahan lama di West Ham. Menurutnya, sejarah karier Nuno di klub-klub sebelumnya menunjukkan adanya pola yang berulang: perselisihan dengan pihak manajemen dan pemilik klub.

Awal Baru, Tantangan Berat
Nuno mengawali kiprahnya bersama West Ham dengan catatan cukup positif. Dalam debutnya, hanya dua hari setelah resmi ditunjuk, ia berhasil membawa tim menahan imbang Everton. Hasil ini memberikan secercah harapan sekaligus tanda bahwa kehadiran Nuno bisa membuat Jarrod Bowen dan kawan-kawan tampil lebih solid.
Meski demikian, Brown menilai bahwa optimisme tersebut jangan sampai membuat fans West Ham terlena. Menurutnya, masalah utama yang sering muncul di West Ham bukan hanya soal performa di lapangan, melainkan juga dinamika internal klub terkait arah kebijakan transfer, campur tangan pengurus, dan hubungan antara manajer dengan dewan direksi.
Sejarah Perselisihan Nuno dengan Pemilik Klub
Brown menjelaskan alasannya meragukan masa depan Nuno di London Stadium. “Jika melihat sejarah terkini, Nuno tidak akan bertahan lama,” ucapnya kepada Football Insider.
Ia mengingatkan bahwa di Wolverhampton Wanderers, Nuno akhirnya berpisah jalan setelah berselisih dengan pemilik klub soal arah transfer dan rekrutmen pemain. Hal yang sama terjadi di Nottingham Forest, di mana ia juga meninggalkan jabatan karena perselisihan dengan jajaran manajemen.
“Untuk Nuno, dia punya catatan meninggalkan klub bukan karena gagal secara performa semata, tetapi karena perbedaan visi dengan pemilik. Itu yang patut diwaspadai West Ham,” tambah Brown.
Dewan West Ham Dinilai Sulit Diajak Bekerja Sama
Lebih jauh lagi, Brown melihat sifat manajemen West Ham sebagai faktor utama yang berpotensi mempercepat konflik. Ketua klub David Sullivan dan jajaran direksi disebut tidak selalu memberikan keleluasaan penuh kepada manajer. Bahkan, ketika David Moyes masih menjabat, pihak pemilik seringkali mengambil keputusan di belakangnya tanpa konsultasi penuh, termasuk ketika menunjuk Tim Steidten sebagai direktur teknis yang sebenarnya bertentangan dengan keinginan sang manajer.
“Bahkan belum masuk pada kasus transfer, sudah banyak keputusan penting yang diambil tanpa restu penuh dari pelatih. Intervensi itu bisa membuat hubungan kerja menjadi tidak sehat dalam jangka panjang,” jelas Brown.
Masa Depan yang Penuh Teka-Teki
Nuno kini berada dalam posisi yang unik. Di satu sisi, ia memiliki reputasi sebagai pelatih tangguh yang mampu memperbaiki mental dan performa sebuah tim. Di sisi lain, rekam jejaknya yang sering berbenturan dengan manajemen membuat banyak pihak meragukan ketahanannya di West Ham.
Brown bahkan menegaskan bahwa sejarah bisa saja kembali terulang. “Dengan karakter Nuno, saya bisa membayangkan bahwa cepat atau lambat akan ada gesekan dengan cara dewan mengelola klub. Saya berharap tidak, tetapi tanda-tandanya bisa saja muncul,” ungkapnya.
Harapan Fans dan Tantangan Nyata
Meskipun prediksi Brown cukup pesimistis, banyak fans berharap Nuno bisa bertahan lebih lama dan membangun sesuatu yang lebih solid ketimbang pendahulunya. West Ham membutuhkan stabilitas setelah periode singkat bersama Graham Potter yang dinilai gagal membawa filosofi permainan jelas ke tim.
Nuno dianggap memiliki kapasitas untuk menjadikan West Ham tim kompetitif di Premier League, setidaknya untuk menembus papan tengah dengan konsistensi dan menantang zona Eropa. Namun, semua harapan itu tetap tergantung pada hubungan kerja sama dengan manajemen yang selama ini dikenal tidak mudah.
Kesimpulan
Kedatangan Nuno Espirito Santo ke West Ham memang memberi warna baru di London Stadium. Hanya saja, prediksi Mick Brown memberikan peringatan dini bahwa perjalanan manajer baru ini tidak akan mudah. Dengan sejarah perselisihan bersama pemilik klub sebelumnya dan karakter manajemen West Ham yang sering ikut campur dalam urusan teknis, masa depan Nuno bisa saja berumur pendek jika komunikasi tidak dijaga dengan baik.
Apakah kali ini Nuno mampu membuktikan dirinya berbeda dari masa lalu dan mengakhiri siklus perselisihan dengan petinggi klub? Atau prediksi Brown akan terbukti benar bahwa kebersamaan Nuno dan West Ham hanya sementara? Waktu yang akan menjawab teka-teki besar tersebut.