Ruben Amorim Tegas: Bukan Saatnya Bicara, MU Butuh Hasil Nyata!
Ruben Amorim Tegas: Bukan Saatnya Bicara, MU Butuh Hasil Nyata!
Sportsterkini – Manajer Manchester United, Ruben Amorim, memberikan respons keras terkait tekanan besar untuk segera mengakhiri masa kelam Setan Merah. Sang pelatih Portugal melontarkan pernyataan tegas di tengah situasi krusial yang mempertaruhkan masa depannya di Old Trafford.
Pada akhir pekan ini, Manchester United akan menghadapi laga krusial melawan Sunderland di Old Trafford, Sabtu (4/10) malam WIB, sebelum jeda internasional dimulai. United masih menanggung beban penampilan sangat tidak konsisten dengan sudah menelan tiga kekalahan dari enam pertandingan liga. Lebih parah lagi, statistik mencatat Amorim hanya mengumpulkan 34 poin dari 33 pertandingan Premier League — win rate terendah dari semua manajer United sepanjang sejarah modern.
Hasil mengecewakan ini membuat para penggemar MU frustasi. Mereka sempat memiliki harapan tinggi bahwa tim kesayangan bisa langsung tancap gas di musim penuh pertama Ruben Amorim. Pada akhir musim lalu Amorim berujar optimis bahwa performa Setan Merah akan jauh lebih baik dan menunjukkan identitas yang jelas pada musim 2025/26.

Amorim mendapatkan pertanyaan menohok terkait cara meyakinkan para penggemar bahwa dia masih bisa memperbaiki situasi yang kian memburuk.
“Ini bukan saatnya untuk bicara. Ini saatnya untuk menunjukkan hasil,” ujar Amorim dengan tegas seperti laman resmi klub laporkan.
“Sekali lagi, saya bisa melihat pertandingan tahun ini dan semuanya benar-benar berbeda dari musim lalu. Ada beberapa hal yang sama, tetapi bukan tentang posisi di lapangan atau cara kami memasukkan bola. Hal fundamental lain tidak bisa kami ubah dengan cepat,” jelasnya.
“Kami sudah menunjukkan performa bagus di pertandingan tertentu seperti melawan Burnley. Namun saat kalah 3-1 dari Brentford, tim kami bukanlah yang sama dalam beberapa detail penting. Saya tidak bisa berkomentar banyak saat ini. Tugas saya adalah mempersiapkan tim dengan maksimal dan mari kita hadapi pertandingan berikutnya dengan fokus penuh,” tambah Amorim.
Pembelaan Terhadap Sistem 3-4-2-1
Tekanan terhadap Amorim semakin meningkat, terutama soal sistem formasi 3-4-2-1 yang banyak pihak anggap tidak cocok dengan karakteristik skuad Manchester United. Banyak pundit dan mantan pemain menilai bahwa formasi ini membuat tim terlalu defensif dan kurang efektif dalam menciptakan peluang.
Menanggapi kritik tersebut, Amorim memberikan pembelaan panjang yang menunjukkan frustrasinya :
“Masalah terbesar saya adalah ketika pemain mulai percaya pada media yang mengatakan sistem kami adalah masalahnya. Itu yang membuat saya gila karena saya bisa menganalisis performa kami dengan berbagai sistem. Yang kami butuhkan adalah menjaga gaya, power, intensitas, dan fokus yang sama. Jika kami mencapai itu, sistem itu sendiri menjadi tidak relevan,” tegas Amorim.
“Tidak ada satupun pemain saya yang menyarankan perubahan taktik. Dengar, saya adalah manajer dari klub besar dan media tidak seharusnya mendikte keputusan saya. Itu tidak bisa diterima. Saya berinteraksi dengan pemain setiap hari, menjelaskan setiap detail tentang performa tim,” lanjutnya dengan nada defensif.
Pelatih asal Portugal ini juga menekankan bahwa dia menonton lebih banyak pertandingan Manchester United dibanding semua komentator dan pundit digabungkan. Pemahaman mendalam soal kekuatan dan kelemahan pemainnya tidak bisa disaingi oleh siapapun.
Tidak Takut Dipecat
Ketika ditanya soal ketakutan kehilangan pekerjaan setelah kekalahan memalukan 3-1 dari Brentford, Amorim memberikan jawaban mengejutkan :
“Saya tidak khawatir tentang itu, dan tidak ada yang di sini begitu naif. Kami menyadari bahwa hasil diperlukan untuk memajukan proyek ini. Pada akhirnya, kami akan mencapai titik yang menjadi tidak tertahankan untuk semua orang karena ini adalah klub besar dengan banyak sponsor dan dua pemilik. Mencapai keseimbangan sangat menantang,” ungkap Amorim.
“Berada di sini adalah mimpi bagi saya. Keinginan untuk tetap tinggal dan berjuang untuk kesuksesan sangat kuat. Tidak ada kekhawatiran soal masalah finansial. Namun, rasa sakit tidak menang adalah yang benar-benar mempengaruhi saya. Bukan soal keamanan pekerjaan, tetapi kekecewaan gagal meraih kemenangan yang paling mengganggu saya,” lanjutnya dengan emosional.
Dukungan dari Manajemen, Tapi Tekanan Meningkat
Sir Jim Ratcliffe cenderung memberikan Amorim waktu penuh satu musim dan para eksekutif klub terus menunjukkan dukungan mereka. Meskipun demikian, tekanan dari media dan fans semakin menguat. Dengan 17 kekalahan dari 33 pertandingan Premier League dan hanya 9 kemenangan, statistik Amorim lebih buruk dari Graham Potter yang Chelsea pecat.
Analis sepakbola Martin Keown bahkan mempertanyakan, “Anda melihat situasinya dan dia hanya memiliki win percentage yang satu persen lebih tinggi dari Graham Potter. Bagaimana dia masih bekerja?”.
Micah Richards menambahkan, “Kita bisa membahas dukungan pemilik terhadapnya, tapi pada akhirnya, ini tidak berhasil.” Sementara Ashley Williams dengan blak-blakan menyatakan, “Saya tidak melihat jalan ke depan untuk Manchester United kecuali mereka memilih perubahan manajerial”.
United saat ini berada di posisi ke-14 klasemen Premier League — jauh dari ekspektasi klub sebesar Manchester United. Pertandingan melawan Sunderland menjadi ujian krusial untuk membuktikan bahwa Amorim masih layak dipercaya memimpin proyek jangka panjang di Old Trafford.