Siap Hijrah ke Fulham, Mehdi Taremi Harus Ikhlas Potong Gaji
Siap Hijrah ke Fulham, Mehdi Taremi Harus Ikhlas Potong Gaji
Menurut laporan jurnalis Iran Hatam Shiralizadeh, manajemen Fulham sudah menjalin komunikasi intens dengan agen Taremi. Kendala utama yang harus diatasi adalah besaran gaji. Saat ini, Taremi mengantongi pendapatan bersih sekitar 3 juta euro per musim di Inter Milan, angka yang dinilai terlalu tinggi bagi Fulham.
Negosiasi pun terus berjalan. Jika sang striker setuju dengan penyesuaian gaji, transfer diyakini akan berjalan lancar dan cepat rampung sebelum bursa musim panas berakhir.
Tak Masuk Rencana Inter, Cari Pelabuhan Baru
Perubahan di skuad Inter menjadi faktor utama yang mendorong Taremi mencari klub baru. Pelatih Cristian Chivu disebut tidak lagi memasukkan nama sang penyerang dalam rencana musim ini. Dengan peluang bermain yang minim, Taremi mulai membuka opsi untuk pindah.
Bagi Inter, melepas Taremi juga menjadi langkah logis. Selain mengurangi beban gaji, klub bisa memberi ruang bagi pemain baru atau talenta muda yang sedang berkembang.
Fulham Bergerak Cepat di Tengah Situasi Rodrigo Muniz
Ketertarikan Fulham terhadap Taremi semakin serius setelah muncul rumor bahwa striker mereka, Rodrigo Muniz, menjadi incaran beberapa klub Eropa, termasuk Atalanta.
Kehilangan Muniz tentu akan membuat lini serang Fulham pincang. Karena itu, manajemen The Cottagers ingin memastikan pengganti sudah tersedia sebelum pintu keluar benar-benar terbuka untuk Muniz.

Langkah cepat diambil: Fulham langsung menghubungi agen Taremi, membicarakan detail kontrak, durasi kerja sama, dan tentu saja negosiasi gaji.
Bersaing dengan Banyak Klub
Meski Fulham bergerak cepat, mereka tidak sendirian dalam perburuan tanda tangan penyerang berusia 32 tahun ini. Klub Premier League lain seperti Nottingham Forest dan Leeds United, serta raksasa Turki Besiktas, juga memantau situasi.
Persaingan ini membuat Fulham harus menawarkan sesuatu yang lebih, baik dari segi proyek tim maupun peluang bermain reguler, jika ingin memenangi perlombaan.
Dukungan dari Sesama Pemain Iran
Sebelum mengambil keputusan final, Taremi dilaporkan sudah berbicara dengan Ashkan Dejagah, mantan pemain sayap Fulham yang juga rekan senegara. Percakapan tersebut memberi gambaran tentang kehidupan di London, atmosfer di klub, hingga tantangan bermain di Premier League.
Sumber dekat pemain menyebut, masukan dari Dejagah membuat Taremi semakin tertarik untuk mencoba tantangan baru di Inggris, meski itu berarti ia harus mengorbankan sebagian penghasilannya.
Premier League Jadi Daya Tarik Utama
Bermain di Premier League adalah impian banyak pesepakbola, dan Taremi tidak terkecuali. Meski sudah berkarier di Eropa bersama Rio Ave, Porto, dan Inter, ia belum pernah merasakan atmosfer kompetisi kasta tertinggi Inggris yang terkenal keras dan penuh gengsi.
Kesempatan ini mungkin menjadi salah satu yang terakhir dalam kariernya mengingat usianya yang sudah 32 tahun. Taremi tahu, jika ia ingin menguji kemampuannya di level tertinggi, ini adalah momen yang tepat.
Menunggu Keputusan Final
Saat ini, keputusan ada di tangan Mehdi Taremi. Jika ia setuju memangkas gajinya, Fulham bisa segera menuntaskan kesepakatan dan memperkenalkannya sebagai rekrutan anyar.
Bagi Fulham, kedatangan Taremi bukan hanya soal kualitas di lapangan, tapi juga pengalaman dan mentalitas yang dibutuhkan untuk menghadapi ketatnya persaingan Premier League.
Jika semuanya berjalan sesuai rencana, publik Craven Cottage mungkin akan melihat Taremi mengenakan seragam putih hitam Fulham dalam waktu dekat.
Mehdi Taremi, Fulham, Inter Milan, transfer pemain, potong gaji, Premier League, Liga Italia, Rodrigo Muniz, Atalanta, Nottingham Forest, Leeds United, Besiktas, bursa transfer 2025, sepak bola Eropa, striker Iran, Ashkan Dejagah, negosiasi kontrak, Craven Cottage, kompetisi Inggris, berita transfer bola, Liga Inggris, transfer musim panas, penyerang veteran, klub London, sepak bola internasional